SELAYANG PANDANG PEMERINTAHAN ADAT DI DESA TIFU KECAMATAN LEKSULA
Desa Tifu merupakan salah satu desa adat tertua di pulau buru yang terletak dalam sebuah teluk,.. Yang lebih dikenal dengan sebutan Teluk Tenang... Orang orang pertama yang menginjakkan kaki di teluk ini adalah Bangsa Waekabo Tamar Pa.
Negeri Tifu terbentuk berdasarkan ikatan kekerabatan Ina Ama Kai Wait dalam tatanan hidup orang Basudara... Negeri ini pada awalnya masih terkesan hutan namun ketangguhan seorang leluhur yang bernama Kubena maka terciptalah sebuah permukiman penduduk, sebab KUBENA lah orang pertama yang merambah hutan, mencangkul tanah putih dan meratakannya menjadi jalan dan tempat rumah.
Negeri Tifu didiami kira-kira pada tahun 1816 menurut cerita para orang tua, dan orang pertama yang menjadi pemimpin pada saat itu adalah Henolon Dahyagen.
Pada saat menjadi kepemimpinan Henolon Dahyagen penduduk Negeri Tifu belum mengenal Agama, mereka masih memegang teguh adat istiadat dan wasiat leluhurnya sebagai pegangan hidup.
Kira-kira pada tahun 1840an Henolon Dahyagen digantikan oleh Henolon Benja, kemudian pada tahun 1860an Henolon Benja digantikan oleh Henolon Pede.
Pada saat kepemerintahan Henolon Benja dan Henolon Pede penjajah Belanda telah menguasai Pulau Buru, dan Pulau Buru dibagi menjadi 7 Wilayah Pemerintahan atau Reghenzap.
Kemudian pada Tahun 1879 di Reghenzap Kayeli ketika itu akan di lakukan Baptisan massal terhadap orang orang yang belum mengenal Agama, maka ada 16 orang dari negeri Tifu, Mepa dan sekitarnya dikirim ke sana untuk di Baptis. Dari 16 orang yang mengikuti a Baptisan itu Belanda telah menggantikan nama nama mereka dari nama sebelumnya kepada nama Baptis, yang salah satunya adalah PAULUS Behuku dari mata Rumah Behuku Kawalale. Paulus Behuku atau lebih terkenal dengan nama Jou Paul karena di anggap pintar dan cakap menurut Penjajah Belanda maka beliau dikirim ke Ambon dengan perantaraan 2 orang saudagar asal Ambon sebagai juru bicara untuk menghadap Residen RIDHELS. Di Ambon Paul Behuku di didik dan disekolahkan pada zending School hingga tamat. Pada Tahun 1883 Residen RIDHELS menghantarkan Paul Behuku bersama satu orang Misionaris Belanda menuju ke Pulau Buru dengan menggunakan Kapal Putih, Misionaris ini ditunjukkan sebagai delegasi untuk tugas pengabaran Injil di Buru Selatan.
Di tengah pelayaran antara pulau Ambon dan pulau Ambalau terjadilah peristiwa penting bagi sejarah pemerintahan di Negeri Tifu, karena dalam Kapal Putih tersebut Residen RIDHELS menobatkan Paul Behuku menjadi Raja Messe Mesarette pertama, sekaligus menyerahkan sebuah Kepala rotan sebagai lambang kebesaran dan kekuasaan. Pada tahun tahun itu pula Belanda menjadikan Negeri Tifu sebagai Bendar Perdagangan, Gudang logistik Barter dan Pusat Pemerintahan Reghenzap Mesarette, yang di pimpin oleh JOU PAUL BEHUKU. Pada Tahun 1890an Jou Paul Behuku digantikan oleh JOU WEMPI dari mata rumah Behuku Humite, kemudian pada Tahun Seribu sembilan ratusan Jou Wempi digantikan oleh Anaknya Tuan Corneles Behuku, pada saat penobatan Tuan Cor menjadi Raja Mesarette terjadi sedikit konflik di dalam keluarga Waekabo Tamar Pa, karena dari mata Humnawan tidak merestui jika Tuan Cor dinobatkan menjadi Raja, sehingga ada beberapa keluarga yang akhirnya hijrah ke Leksula dan menetap di sana dan keturunannya masih ada sampai saat ini yang adalah bagian dari keluarga besar Negeri Tifu. Pada saat Pemerintahan RAJA COR Pusat Pemerintahan Reghenzap Mesarette masih berkedudukan di Negeri Tifu, namun karena letak geografis yang tidak mendukung untuk pengembangan wilayah kedepan maka pada Tahun 1914 Penjajah Belanda mengalihkan semua kekuasaan dan pusat pemerintahannya ke Leksula.
Dua tahun kemudian yaitu pada tahun 1916 Rumah Kepala Pemerintahan atau Bestir Assisten di Tifu dibongkar dan dipindahkan ke Leksula, dan rumah itu pernah dijadikan sebagai Pandopo Camat Buru Selatan yang sampai sekarang ini masih berdiri kokoh sebagai bukti sejarah. Pada tahun 1935 karena krisis Kepemimpinan dari marga Waekabo Tamar Pa maka di angkatlah Hendrek Lesnussa menjadi Kepala Kampung.
Kemudian pada tahun 1952 Kepala Kampung HENDREK LESNUSSA digantikan oleh Kepala Soa Behuku yaitu AGUSTINUS BEHUKU dari mata rumah Behuku Denpun. Kepala Soa Agustinus Behuku mulai memimpin dari tahun 1952 sampai pada tahun 1979, pada tahun 1980 dilaksanakanlah pemilihan kepala kampung, dan terpilihlah kepala kampung Tifu yang baru yaitu FRITS BEHUKU dari mata rumah Behuku Humnawan. Kepala Kampung Frits Behuku memimpin dari Tahun 1980 sampai pada tahun 1991 dan Pemerintahannya berakhir karena meninggal dunia.
Pada Tahun 1992 Almarhum Kepala Kampung Frits Behuku digantikan oleh Sekretaris Desa YORDAN SOLISSA sebagai Penjabat, dan pada tahun itu pula sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri maka diberlakukannya Undang Undang Nomor 5 Tahun 1975 tentang pengalihan status nama kampung menjadi desa dan ini diberlakukan di seluruh wilayah Indonesia. Karena belum ada pemilihan kepala Desa dan untuk menutupi kekosongan maka pada tahun 1995 Bupati Maluku Tengah Aman Karyaman menerbitkan Surat Keputusan pengangkatan Penjabat Kepala Desa YORDAN SOLISSA menjadi kepala desa Difinifit.
Kepala Desa Yordan Solissa memimpin dari tahun 1995 sampai 2004. Pada Tahun 2005 berdasarkan hasil Pemilihan Kepala Desa maka, Kepala Desa Yordan Solissa digantikan oleh Kepala Desa Terpilih WEMPI BEHUKU dari mata rumah Behuku Humboti. Kepala Desa Wempi Behuku di lantik pada bulan Mei Tahun 2005 dan memimpin sampai pada akhir masa jabatannya bulan Mei 2011.
Pada tahun 2012 berdasarkan hasil Pemilihan Kepala Desa maka Kepala Desa Wempi Behuku digantikan oleh Kepala Desa Terpilih HENGKY BEHUKU dari mata rumah Behuku Humnawan, Kepala Desa Hengky Behuku dikukuhkan dalam Upacara Adat pada tanggal 14 Mei Tahun 2012 namun belum sampai pada akhir masa jabatannya Beliau telah dipanggil pulang oleh Yang Maha Kuasa, Almarhum Kepala Desa Hengky Behuku meninggal pada tanggal 21 Mei Tahun 2014, dan pada saat Acara Pemakaman Almarhum secara Dinas Camat Leksula atas nama Bupati Buru Selatan mengangkat Sekretaris Desa ENGELBERT LESNUSSA sebagai Pelaksana Tugas Sementara, Kemudian pada tanggal 15 Desember Tahun 2014 sesuai SK penunjukan maka Camat Leksula atas nama BUPATI Buru Selatan melantik Kepala Seksi JOEL LESKONA sebagai Penjabat Kepala Desa.
Kemudian pada tanggal 07 Desember Tahun 2016 sesuai hasil Pemilihan Kepala Desa maka, pada tanggal 30 Januari Tahun 2017 Bupati Buru Selatan melantik Kepala Desa Terpilih MARKUS BEHUKU dari mata rumah Behuku Hummite menggantikan Penjabat Kepala Desa Joel Leskona.
Kepala Desa MARKUS BEHUKU dikukuhkan dalam Upacara Adat pada tanggal 16 Maret Tahun 2017 dan akhir masa jabatannya pada bulan Januari Tahun 2022.
Dan pada hari ini......... Tahun 2016 kita telah menyaksikan secara bersama pengukuhan dalam Upacara Adat Kepala Desa Tifu terpilih........ dengan demikian tercatatlah satu sejarah baru bagi Pemerintahan Adat di Desa Tifu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar